Afternoon Tea di Inggris: Lebih dari Sekadar Minum Teh
Afternoon Tea di Inggris: Lebih dari Sekadar Minum Teh
Pernah nggak sih kamu ngebayangin duduk santai di sebuah taman atau ruang tamu yang cozy, ditemani secangkir teh hangat, sepotong scone dengan selai dan krim, sambil ngobrol santai dengan teman atau keluarga? Nah, kalau di Inggris, ini bukan sekadar angan-angan, tapi bagian dari tradisi yang udah berjalan ratusan tahun, yaitu Afternoon Tea.
Mungkin kamu pernah dengar istilah ini atau bahkan pernah nyobain sendiri di hotel atau kafe yang punya konsep British-style tea time. Tapi, tahu nggak sih kalau Afternoon Tea itu bukan sekadar minum teh? Ada sejarah, etika, dan bahkan seni di balik tradisi ini. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang Afternoon Tea dan kenapa tradisi ini masih bertahan hingga sekarang!
---
Awal Mula Afternoon Tea: Berkat Seorang Duchess yang Lapar
Kalau kita ngomongin sejarahnya, Afternoon Tea ini pertama kali diperkenalkan oleh Anna, Duchess of Bedford pada tahun 1840-an. Jadi, ceritanya di zaman itu, orang-orang Inggris biasanya cuma makan dua kali sehari—sarapan pagi dan makan malam yang baru dimulai sekitar jam 8 malam.
Kebayang nggak sih betapa laparnya kalau harus nunggu dari pagi sampai malam tanpa ngemil? Nah, si Duchess ini ngerasa kelaparan di sore hari, jadi dia minta pelayannya buat menyiapkan teh dan beberapa camilan ringan seperti roti dan kue-kue kecil.
Awalnya, ini cuma kebiasaan pribadi, tapi lama-lama Duchess mulai mengundang teman-temannya buat ikut menikmati teh sore bersamanya. Dari sinilah, kebiasaan Afternoon Tea mulai menyebar ke kalangan aristokrat Inggris dan akhirnya jadi tradisi yang terkenal hingga sekarang.
---
Afternoon Tea vs. High Tea: Jangan Ketuker!
Banyak yang salah kaprah dan menganggap Afternoon Tea dan High Tea itu sama. Padahal, keduanya beda banget!
Afternoon Tea itu lebih elegan dan biasanya dinikmati oleh kalangan atas sebagai hiburan sore. Penyajiannya pun cantik, dengan piring bertingkat berisi scone, sandwich kecil, dan kue-kue manis.
High Tea, di sisi lain, justru lebih sederhana dan awalnya dinikmati oleh pekerja kelas bawah setelah pulang kerja. Mereka menyajikan teh dengan makanan yang lebih berat seperti pie, daging, dan kentang.
Jadi, kalau kamu bayangin Afternoon Tea itu suasananya fancy dengan gelas teh porselen dan meja yang dihiasi bunga segar, berarti kamu membayangkan tradisi yang benar!
---
Apa Saja yang Ada di Afternoon Tea?
Kalau kamu pernah nyobain Afternoon Tea, pasti sadar kalau hidangannya selalu tersusun rapi di piring bertingkat. Biasanya, ada tiga bagian utama dalam menu Afternoon Tea:
1. Sandwich Kecil (Finger Sandwiches)
Sandwich dalam Afternoon Tea ini biasanya ukurannya mungil dan dipotong tanpa pinggiran roti. Beberapa isian klasiknya adalah:
Cucumber sandwich – irisan mentimun dengan mentega, simpel tapi segar.
Smoked salmon sandwich – salmon asap dengan krim keju.
Egg mayonnaise sandwich – telur rebus yang dihancurkan dengan mayones.
Coronation chicken – ayam dengan saus kari khas Inggris.
2. Scone dengan Clotted Cream dan Selai
Nah, ini dia bintang utama dalam Afternoon Tea! Scone adalah roti kecil yang teksturnya mirip biscuit, tapi lebih lembut. Biasanya scone ini disajikan hangat dengan clotted cream (sejenis krim kental khas Inggris) dan selai strawberry atau raspberry.
Ada perdebatan panjang di Inggris soal cara makan scone yang benar: selai dulu atau krim dulu?
Kalau kamu makan dengan gaya Devon, krim dulu baru selai.
Kalau gaya Cornwall, selai dulu baru krim.
Mau pilih yang mana? Bebas! Yang penting rasanya enak.
3. Kue-Kue Manis (Pastries & Cakes)
Bagian paling menggoda dari Afternoon Tea adalah aneka kue-kue kecil, seperti:
Victoria sponge cake – kue bolu dengan selai dan krim di tengahnya.
Macarons – kue ala Prancis yang juga sering muncul di Afternoon Tea.
Battenberg cake – kue dengan pola kotak-kotak berwarna kuning dan pink.
Eclairs & tarts – pastry manis yang biasanya diisi dengan krim atau cokelat.
---
Teh yang Digunakan dalam Afternoon Tea
Afternoon Tea nggak lengkap tanpa teh! Beberapa jenis teh yang sering disajikan di Inggris antara lain:
Earl Grey – teh hitam dengan aroma bergamot yang khas.
English Breakfast Tea – teh hitam pekat yang biasa diminum dengan susu.
Darjeeling – teh dari India dengan rasa yang lebih ringan dan floral.
Chamomile – teh herbal tanpa kafein, cocok buat yang pengen rileks.
Biasanya, teh dalam Afternoon Tea disajikan dalam teko porselen dengan saringan khusus buat menyaring daun teh yang masih utuh.
---
Afternoon Tea di Era Modern: Masih Eksis?
Sekarang, mungkin nggak semua orang punya waktu buat duduk santai menikmati Afternoon Tea setiap hari. Tapi tradisi ini tetap eksis, terutama di hotel-hotel mewah dan kafe dengan konsep British-style.
Bahkan, banyak tempat yang menawarkan Afternoon Tea dengan tema unik, seperti:
Alice in Wonderland Tea Party – konsep ala Negeri Ajaib dengan kue-kue bertema fantasi.
Royal Afternoon Tea – pengalaman teh ala bangsawan Inggris dengan peralatan makan mewah.
Vegan Afternoon Tea – versi tanpa produk hewani buat yang punya gaya hidup plant-based.
Selain itu, sekarang juga ada banyak variasi modern seperti Bubble Tea Afternoon Tea atau bahkan Cocktail Afternoon Tea buat yang pengen suasana lebih santai dan unik
Jadi, Afternoon Tea itu bukan cuma soal minum teh dan makan camilan, tapi lebih ke pengalaman menikmati momen santai dengan cara yang elegan dan berkelas. Nggak heran kalau tradisi ini masih bertahan dan terus berkembang di berbagai belahan dunia.
Kalau kamu punya kesempatan, cobain deh Afternoon Tea di tempat yang punya suasana klasik Inggris. Nggak perlu harus di London, sekarang banyak hotel dan kafe yang menyediakan pengalaman ini. Atau kalau mau lebih seru, bisa juga bikin Afternoon Tea sendiri di rumah bareng keluarga atau teman-teman.
Nah, sekarang giliran kamu! Teh favoritmu buat Afternoon Tea apa? Dan kalau bisa bikin sendiri di rumah, camilan apa yang bakal kamu sajikan? Yuk, share di kolom komentar!
Post a Comment for "Afternoon Tea di Inggris: Lebih dari Sekadar Minum Teh"